TUGAS


Acara Televisi untuk anak-anak. Masih adakah?
Fani Wijayani
Masa anak-anak adalah masa yang paling menyenangkan. Pada masa tersebut anak-anak tidak memiliki beban sama sekali. Yang ada di setiap fikiran anak-anak hanyalah bersenang-senang dan bermain sesuka hati. Pada masa ini juga setiap anak-anak sedang dalam masa mengamati lingkungan sekitarnya.
Seorang anak akan menirukan dan mengamalkan apa yang dilihat dan didengar. Bisa diumpamakan bahwa seorang anak adalah sebuah spons yang akan menyerap apa saja yang ada disekitarnya. Karena untuk usia anak-anak, mereka belum bisa menyaring apa yang benar dan apa yang salah. Apa yang harus ditiru dan apa yang harus ditinggalkan.
Anak-anak bisa memperoleh berbagai hal tersebut melalui banyak media. Mulai dari anggota keluarga si anak itu sendiri, lingkungan sekitar, dan tentu saja berbagai media informasi baik cetak maupun elektronik. Salah satu media yang menjadi peluang terbesar untuk mempengaruhi perilaku anak adalah televisi. Media elektronik satu ini menjadi faktor terbesar dalam mempengaruhi perilaku dan sifat seorang anak.
Televisi adalah salah satu media komunikasi yang didalamnya terdapat berbagai program acara yang siap untuk ditayangkan kepada penonton yang ada di rumah untuk memberikan hiburan, edukasi, ataupun informasi.
Sedangkan televisi bagi banyak anak saat ini  sudah menjadi kebutuhan pokok tetapi saat ini mayoritas program acara televisi-televisi di Indonesia tidak banyak yang berpihak kepada anak-anak. Program acara yang tayang di televisi-televisi Indonesia saat ini adalah program acara seperti sinetron, politik, infotaiment, dan hiburan yang tidak baik untuk ditonton oleh anak-anak. Namun program acara yang tidak baik bagi anak-anak ini mayoritas disiarkan pada jam anak-anak menonton.
Sangat minim acara yang khusus diperuntukan bagi para anak-anak. Salah memilih tontonan bisa saja dapat merubah karakter seorang anak yang belum memiliki filter untuk menyaring tayangan yang tidak bermanfaat sehingga semua tayangan televisi  baik bermuatan positif ataupun negatif diserap dalam pikiran seorang anak, hal ini akan berpengaruh terhadap karakter anak. Oleh karena itu pengawasan orang tua sangat berperan dalam memilihkan tayangan yang berbobot dan bernilai edukatif bagi perkembangan anak.
Salah satu ciri tayangan yang diperuntukan untuk anak-anak adalah adanya tanda atau simbol A. Namun sekarang sangatlah jarang untuk menemukan tayangan dengan simbol tersebut. Kebanyakan tayangan bersimbol R-BO atau D yang artinya acara-acara tersebut diperuntukan untuk Remaja yang juga masih harus didampingi orang tua dan acara untuk orang dewasa.
Bahkan Komisi Penyiaran Indonesia atau biasa disingkat KPI juga mengomentari minimnya tayangan untuk anak-anak. Komisi Penyiaran Indonesia mendorong manajemen media penyiaran televisi untuk menambahkan konten bagi anak-anak agar karakter para penerus bangsa lebih terbentuk dan tidak tergerus oleh siaran yang belum tepat bagi mereka.
Karena tidak adanya tayangan yang sesuai bagi para anak-anak mau tak mau mereka menonton acara untuk orang dewasa meski sebenarnya menyimpan dampak negatif bagi perkembangan mereka ke depan.
Beberapa tayangan seperti acara infotainment dan sinetron-sinetron sering kali menayangkan aksi kekerasan fisik misalnya adegan memukul, menendang, meninju, mendorong, menjewer, menjambak, dan sebagainya. Selain kekerasan fisik, beberapa acara juga menayangkan kekerasan verbal yakni dengan banyaknya  dialog yang mengandung unsur kekerasan misalnya makian dan hinaan serta ancaman.
Ada beberapa acara televisi yang katanya acara sinetron bergenre anak-anak. Namun didalamnya banyak adegan yang menampilkan kekerasan fisik maupun kekerasan verbal. Yang sering dijumpai yaitu program acara komedi namun justru dalam acara tersebut lebih banyak menampilkan kalimat-kalimat tidak sopan dan lebih menjurus ke dalam kekerasan verbal.
Program televisi yang sangat lekat dengan anak-anak adalah kartun. Namun, tidak semua kartun dibuat untuk anak-anak. Beberapa orang di Indonesia mungkin belum banyak  mengetahui jika beberapa kartun yang ditayangkan saat hari libur di salah satu stasiun televisi swasta tidak diperuntukan bagi anak-anak.
Contohnya saja kartun asal negeri sakura Jepang yakni Crayon Sinchan, meskipun tokoh utama Sinchan digambarkan sebagai seorang anak-anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak Kanak. Namun setiap adegan yang ada di kartun tersebut sangatlah tidak cocok untuk anak-anak. Banyaknya adegan yang memperlihatkan pornoaksi dan kata-kata yang tidak sopan mengakibatkan acara kartun tersebut dilarang tayang kembali oleh Komisi Penyiaran Indonesia di stasiun televisi yang bersangkutan.
Begitu juga dengan kartun si spons kuning yang dulunya setiap pagi selalu tayang di salah satu stasiun televisi swasta  kini pun juga dilarang penayangannya. Terlalu banyak adegan yang menampilkan kebodohan dari tokoh utama Spongebob Squarepants dan sahabatnya Patrick Star.
Saat awal pelarangan tayangan acara kartun tersebut, beberapa pihak sempat memprotes. Pihak tersebut berpendapat mengapa acara kartun tersebut harus di berhentikan penayangannya sementara banyak acara seperti sinetron dan acara-acara talk show yang justru lebih banyak dampak negatifnya untuk anak-anak di biarkan tetap tayang bahkan sampai beratus-ratus episode.
Bahkan sampai ada beberapa pihak yang membuat petisi untuk memberhentikan beberapa acara yang mereka nilai sangat tidak layak untuk ditayangkan. Dan menjadi acara favorit para anak-anak.
Memang tidak semua stasiun televisi menghilangkan acara yang memiliki konten untuk anak-anak. Contohnya saja salah satu stasiun televisi swasta milik CT. Corporation Trans7 yang sampai sekarang tetap konsisten menayangkan acara untuk anak-anak dari pukul dua belas siang sampai hampir jam setengah tiga.
Mulai dari cerita petualangan yang berasal dari berbagai pelosok tanah air yang di tayangkan masih dengan bahasa asal dari anak-anak tersebut. Si Bolang sampai sekarang menjadi acara favorit anak-anak setelah mereka pulang dari sekolah.
Selanjutnya juga ada Si Unyil. Siapa yang tidak kenal Si Unyil? boneka ikonik yang diciptakan oleh Alm. Raden Soejadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden ini sangat tenar di TVRI pada tahun 1980-an. Dan kini ada Laptop Si Unyil yang merupakan sebuah program acara yang menggali mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi serta membahas juga mengenai permainan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan boneka Unyil sendiri berperan sebagai pemandu yang akan bertutur dan bercerita pada para penonton mengenai apa yang sedang dibahas. Sebenarnya acara Laptop Si Unyil tidak hanya diperuntukan bagi anak-anak namun juga cocok di nikmati semua kalangan.
Kemudian ada Otan dan Dolphin yang siap memberikan pengetahuan bagi para anak-anak mengenai dunia binatang. Dalam acara Dunia Binatang informasi yang disampaikan tidak terlalu memakai bahasa yang susah, justru narator memakai bahasa yang mudah dipahami anak-anak yang sedang tahap belajar.
Selain acara-acara tadi, masih ada beberapa acara yang menyajikan kartun. Seperti Upin dan Ipin, si kembar asal Malaysia ini tetap setia menemani anak-anak. Jam tayangnya pun sesuai dengan anak-anak. Waktu pagi hari sebelum anak-anak berangkat sekolah, siang hari saat anak-anak pulang dari sekolah dan malam hari saat anak-anak  beristirahat sambil menunggu waktu belajar.
Banyak cara untuk dapat menghindarkan anak-anak dari tontonan yang tidak baik pada perkembangan anak-anak mulai dari peran orangtua yang membimbing dan menseleksi tontonan anak-anaknya serta mendampingi anak saat sang anak menonton televisi, dan tidak menjadikan anak terbiasa dengan televisi yang dapat menciptakan ketergantungan pada televisi.
Selain itu dari sisi para pengusaha pertelevisian Indonesia juga seharusnya lebih memperhatikan konten acara yang mereka tayangkan. Karena anak-anak juga mempunyai hak untuk mendapatkan informasi dan hiburan yang layak bagi mereka. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membuat televisi anak yang mendidik dan sekaligus menghibur. Masa depan anak-anak Indonesia harus diutamakan, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa ini kelak. Apabila tontonan anak-anak di Indonesia berkualitas, maka anak-anak Indonesia akan berkualitas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS